Kamis, 03 Desember 2009

OUTDOOR MPU TANTULAR

BuduranUntuk mengangkat tema : Peninggalan Sejarah pada mata pelajaran IPS siswa-siswi kelas 4 Al Jabar dan Al Farizi, melakukan kegiatan belajar diluar ruang (Outdoor) mengunjungi Museum MPU Tantular di kawasan Sidoarjo.

Perjalanan menuju Museum MPU Tantular ditempuh dengan mengendarai transportasi untuk umum Kereta Api Komuter, Sebelumnya anak-anak telah diingatkan agar besok hari kamis, 3 Desember 2009 Pukul 07.30 WIB harus sudah berkumpul di stasiun kereta api Semut, dan Guru pendamping selain ustadah kelasnya seperti ustad Huda dan ustadah Muji mengawasi anak-anak dalam monitoring kemandirian dengan memberikan uang dan meminta mereka agar mengantri tiket sendiri bersama penumpang umum yang lain, setelah mendapat tiket seharga Rp. 2,000,- siswa-siswi binaan ustadah Muji-Prima dan Laily-Endang diberi kue (snack) untuk dimakan didalam kereta.
Pukul 08.10 kereta berangkat anak-anak dibebaskan dan diingatkan agar selalu menjaga kebersihan dan ketertiban, kebetulan saat ini anak-anak mendapat tempat duduk dalam satu gerbong dan menikmati perjalanan dengan senang hati. Pukul 09.30 WIB kereta telah tiba di Stasiun Buduran, rombongan siswa dari sekolah kreatif SD. Muhammadiyah 20 ini turun dan masih menempuh perjalanan dengan jalan kaki menuju museum ± 1 km lagi.
.
Setelah tiba, Ustad Hanif sebagai koordinator lapangan membeli tiket seharga 1000/anak dan 1500/guru, dan dibagikan kepada anak-anak satu persatu, tapi sayangnya ada insiden tiket yang setelah diterima oleh salah satu siswa ganteng bernama Hanif ini HILANG, akhirnya diputuskan untuk menyuruh hanif keluar membeli tiket lagi sendiri, sedangkan teman-temannya yang lain telah memasuki ruang pertemuan dengan perwakilan petugas museum.
Acara dilanjutkan dengan tatap muka dan perkenalan, Petugas Museum menceritakan sejarah berdirinya Museum Mpu Tantular yang merupakan kelanjutan dari Stedelijk Historisch Museum Surabaya yang didirikan oleh Von Faber, seorang kolektor berkebangsaan Jerman yang sudah menjadi warga Surabaya. Usaha Von Faber untuk mendirikan museum ini sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 1922, tetapi baru tahun 1933 bisa terwujud. Pembukaannya secara resmi dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 1937.
Museum ini pada mulanya terletak di Raadhius Ketabang, kemudian pindah ke Jl. Tegalsari kemudian pindah ke Jl. Pemuda 3 Surabaya, lalu pindah lagi ke Jl. Taman Mayangkara 6 Surabaya, selanjutnya pada tanggal 14 Mei 2004 menempati lokasi tetap di Jl. Raya Buduran, Sidoarjo. selanjutnya petugas menceritakan berbagai koleksi yang dimiliki oleh Museum sekitar 15.000 koleksi benda bersejarah dari peninggalan sejarah hindu, budha, islam, kaum kolonial dan modern berbentuk arkeologi, etnografi,kerami, numismatik, seni rupa, geologi, biologi, histori, filologi dan teknologi, setelah selesai penjelasan sesi tanya jawab dimulai, Ryan dan Bos (A. Andi Kurnia) langsung bertanya masing-masing : “bagaimana merawat dan menemukan benda bersejarah?” dan “Apakah kitab sotasoma itu?” dan dijawab merawat ditempat dengan suhu dan temperatur khusus bla… bla … yang menemukan banyak dari arkeolog…. Bla.. bla..
Selanjutnya masuk ruang Majapahit dan dilakukan pemutaran film dokumenter oleh petugas tentang peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan jaman dulu seperti adanya Candi Jago, Candi Singosari, Candi Penataran, penemuan prasasti, karya sastra, buku sotasoma yang mengajarkan bhineka tunggal ika dan lain-lainnya disajikan dalam bentuk gambar bersuara. (audio visual).
Setelah menonton rombongan melanjutkan observasi tentang peninggalan sejarah berupa fosil-fosil seperti fosil Ikan Paus berparuh angsa, Gading Gajah, marmot, pohon membatu, tempat tidur kendedes dan pedang-pedang peninggalan jaman Sultan-Sultan ditanah Jawa dan kepulauan Indonesia lainnya. Tampak si Edwin mengamati koin uang mas dan Garudeya yaitu berupa emas utuh berbentuk batu bergambar burung garuda dan dewa wisnu. Selanjutnya rombongan turis domestik ini melanjutkan dengan naik ke lantai dua yaitu ruang Von Faber dan melihat beragam penemuan-penemuan ahli dan tugas akhir karya-karya mahasiswa dalam bentuk permainan dan benda-benda antik dan aneh.
Setelah dirasa cukup sekitar pukul 11.00 anak-anak diberi nasi kotak untuk makan siang oleh ustadah Prima, dan dilanjutkan sholat di Musholla. Sebelum pulang anak menyempatkan diri bermain di lokasi yang memang dirancang untuk bermain permainan tantangan seperti di outbound, ada tali tarzan cross, meniti diatas jaring, gantungan monyet dan lain-lain.
Pukul 13.30 anak-anak bersiap pulang dan berjalan kaki lagi menuju stasiun Buduran. Tiba di sekolah sekitar pukul 14.30 WIB. (Achung)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar