Sabtu, 23 Januari 2010

PARENTING EDUCATION

Tembok Dukuh – Komite Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 pada hari Sabtu, Tanggal 23 Januari 2010 menyelenggarakan acara Talk Show untuk orang tua murid, yang saat itu mengambil Rapot semester ganjil. Acara yang digelar bekerjasama dengan tim guru (ustad-ustadah) saat ini, sarat dengan pengetahuan tentang bagaimana memahami anak kreatif dan menyikapi ujian akhir nasional (UAN) secara proporsional.

Acara yang dikemas dalam bentuk Talk Show dan difokuskan untuk memberikan pendidikan bagi orang tua (Parenting Education) dengan tema Optimalisasi Potensi Kreatif Anak Menyesuaikan Kecerdasan Majemuknya, serta Pembelajaran Soft Skill untuk Pengembangan Potensi Anak, dengan mengundang dua narasumber beken, Psikolog Astrid Wiratna, dari UBAYA dan Praktisi pendidikan dan Seni Drs. Martadi, M.Sn dari UNESA.

 Acara yang ditempatkan di Aula Sekolah Lantai tiga yang dibagi menjadi tiga area, yaitu Game Zone dimana anak bisa bermain ular tangga, Tic Tac Toe, membaca buku atau mewarnai gambar. Live Band dimana Grup Band Kreatif 20 bisa tampil menghibur untuk break sejenak menyanyikan lagu-lagu Hit 2010 dan area untuk audien mengikuti talkshow.

Hari itu, puluhan orang tua murid yang aktif di komite berseragam rapi sibuk melayani ratusan orang tua yang hadir, dengan memberikan mereka snack dan air mineral serta mempersilakan mereka duduk di kursi yang telah disediakan, serta berkoordinasi menyiapkan makan siang untuk panitia dan guru. Sedangkan beberapa guru (ustadah), tampak sibuk melayani anak-anak yang turut ibu atau ayahnya mengambil rapot, dengan bermain bersama mereka, memandu dan mengarahkan serta mengendalikan mereka agar tidak mengganggu jalannya acara. dan guru yang laki-laki (Ustad) sibuk berkoordinasi menyiapkan kekurangan kursi, mengatur Live Band serta mondar mandir melengkapi kekurangan disana-sini, tak lupa di kantorpun masih melayani penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2010-2011.

Acarapun dikemas secara informal, di awali dengan pembacaan Kalam Wahyu Ilahi, yang dibacakan oleh Bu Ma'rufah, Bunda Mega kelas 6 dan Sari Tilawah oleh Bunda Mirza dari kelas 6. Dalam suasana keheningan setelah mendengar terjemahan, musikpun menggelegar mengiringi Erwin dan Artha yang menyanyikan lagu Jangan Menyerah dari D’Masive Selanjutnya pemutaran profil sekolah dan bersambung dengan sambutan dari Ustad Hanif Azhar selaku Kepala Sekolah dan mewakili sambutan dari Komite Sekolah. Sesaat kemudian Backsound opening diperdengarkan dengan visualisasi topic acara Talk Show menghadirkan Ustadah Restu dari P3TV dan guru Ekstrakurikuler Presenter menjadi Master Ceremony (MC) pada kegiatan kali ini. Dengan meriah Restu menyapa dengan salam dan komunikasi yang hangat kepada para hadirin yang tampak antusias mengikuti acara ini. Kemudian kedua narasumber dipersilakan duduk didepan dan diajak berbincang sejenak, selanjutnya pak Martadi kebagian dulu untuk presentasi.

Pak Martadi, membuka dengan ewuk pakewuh terhadap seniornya, bu Astrid yang kala itu sungkan untuk mendahului. Tapi kemudian Pak Martadi yang dikenal sebagai dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNESA sekaligus menjadi tim Think Tank kementrian Pendidikan Nasional, membantu Pak Muhammad Nuh, dalam merancang program pendidikan berskala nasional. Dalam presentasinya, Pak Martadi piawai menjelaskan tentang sistematika, kenapa anak harus sekolah? supaya pandai, bagaimana setelah pandai? Biar hidupnya sukses. Suksesnya sebagai apa? Disini ditekankan bahwa Anak dikatakan sukses apabila mampu menjadi individu yang mandiri, adaptif terhadap lingkungan masyarakat disekitarnya dan dengan siapapun. Dan tujuannya akhirnya mampu menjadi invidu yang menghamba kepada Tuhan. Dilanjutkan oleh Martadi penjelasan tentang apa itu soft skills. Karena hal ini adalah kunci dari kesuksesan seseorang, yaitu keahlian untuk bisa disiplin, jujur, kreatif, kerja keras, ulet, tanggung jawab, pandai melihat peluang, pandai bergaul, menguasai bidangnya dsb. Tak lupa diakhir presentasi, Martadi menjelaskan, tentang reorientasi proses belajar mengajar yang masih dipandang primitif, menggunakan metode drilling yang menurut penelitian terakhir menyebabkan perkembangan otak reptil pada diri anak atau seseorang, artinya anak akan dapat sukses tugas secara jangka pendek dan cenderung berkarakter reaktif menyikapi masalah yang muncul. Belum lagi gaya mengajar guru yang masih menggunakan metode ceramah dimana hanya efektif didengar selama 15 menit, berpusat pada guru, disintergrasi tema atau kurikulum, individulistik dan mengabaikan interpersonal relationship, bagaimana anak-anak bisa berkomunikasi dan bekerjasama antar teman.

Sedangkan di sesi ke dua bu Astrid memaparkan bahwa kebanyakan anak memiliki 1-3 bakat kecerdasan dan sangat jarang anak berbakat dalam semua bidang (multi talenta) serta sedikit anak memiliki hanya 1 bakat. Dan Astrid menekankan bahwa banyak bakat kecerdasan anak yang tidak pernah berkembang karena tidak diberi kesempatan untuk berkembang. Seperti pemantauan khusus pada sifat, kecenderungan serta kebiasaan dimasa anak masih balita hingga tumbuh remaja, memberi stimulasi pada bakat-bakat anak yang menonjol, memberi kesempatan dan pelatihan pada bakat anak yang menonjol, serta mengkompetisikan bakat anak dengan anak berbakat lainnya. Sebelumnya, secara rinci Astrid menjelaskan apa itu kreatif. Yaitu kemampuan, interpretasi dan solusi yang orisinal dalam menciptakan sesuatu. Kreatif adalah sebuah perilaku yang mandiri dalam mengeksplorasi semua kemungkinan, berani mengalami kesalahan dalam mencari solusi, dan intuisinya tajam dalam memunculkan ide secara tiba-tiba, serta fleksibel dalam memunculkan sesuatu yang baru. Psikolog yang enerjik ini memberi contoh sifat dan sikap anak-anak yang kreatif dalam bidang seni. Seperti : dalam menggambar anak punya gaya sendiri dan corak mewarna yang beda, anak yang setelah mendengar sebuah lagu, dimatikan dan dia mampu membuat lagu tersebut dengan caranya sendiri. Atau dalam pentas pertunjukan anak mampu memerankan dan menghayati perannya sebagai pangeran diponegoro atau lainnya. Dan masih banyak lagi contoh-contol lain.

Setelah acara talkshow yang dipandu ustadah Restu dirasa cukup, audien dihibur sejenak dengan alunan lagu dari salah satu siswa kelas 1 bernama Safina, yang membawakan lagu ibu dengan merdu, Selanjutnya tanya jawab dengan audiens. Karena dirasa waktu sudah cukup mendekati dhuhur harus segera ditutup karena acara selanjutnya penerimaan raport Sebelum ditutup acara live band pun menggebrak dengan 2 lagu hit yaitu Laskar Pelangi dari Nidji dan Semangat Baru dari Ello. Seiring lagu berkumandang, 5siswa ekskul binaan ustadah Icha tampil menggambar burung kakaktua berkelompok artinya satu lembar kertas gambar secara bergantian digores oleh anak-anak dan diwarnai bersama secara bergantian. Tak lupa panitia menyiapkan lembar kesan pesan yang harus diisi oleh narasumber. Dan acarapun ditutup dengan foto bersama. (Achung)

Sabtu, 16 Januari 2010

AUDIENSI PSB 2010

Tembok Dukuh – Kemasan acara pertemuan calon orang tua siswa dan panitia Penerimaan Siswa Baru Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 Tembok Dukuh hari ini (Sabtu, 16 Januari 2010) sangat meriah dan tampil beda dengan aneka ruang bermain, ruang galeri dan ruang kreatif – Imajinatif. Ditambah desain ruang yang menempatkan lorong baca dan media mewarnai bagi anak-anak yang hadir mengikuti orang tuanya.

Tepat di minggu kedua bulan Januari 2010, pembangunan tahap ke tiga gedung baru yang direncanakan akan dipakai sebagai ruang Lab Komputer, Ruang Audio Visual, Perpustakaan dan Studio Musik, disulap menjadi bak rumah makan atau cafetaria, karena dilorong kelas disiapkan aneka snack yang diwadahi lepek kertas berisi brownies kukus, kacang shanghai, klepon dan gorengan ikan serta secangkir minuman kopi susu dan teh hangat.

Beberapa petugas penyambut tamu yang rata-rata berbaju seragam kaos merah dan mengenakan pin logo balon kreatif, dengan ramah menyapa dan mempersilakan para calon orang tua siswa yang diundang berdasarkan data indent yang jauh sebelum dibuka pendaftaran mereka sudah mendaftarkan diri. Dan selanjutnya para orang tua murid mengambil snack dan minuman serta duduk langsung dikursi yang mengitari meja secara melingkar.

Acara dimulai dengan alunan lagu singel vocal dari Sabai siswa kelas 5 membawakan lagu Jalan Lurus yang dipopulerkan oleh Gita Gutawa. dilanjutkan dentuman Kreatif Band 20 secara live membawakan lagu Jangan Menyerah yang dipopulerkan oleh D’massive. Dengan para personel band, Erwin pada Vocal, Faisal dan Affa pada Gitar, Firman pada Bass, Ilham R pada Drum. Kemudian sebelum dilanjutkan oleh sapa hangat dari pembawa acara, Ust. Huda. Audien diajak melihat tayangan profil sekolah yang berdurasi 10 menit, dipandu oleh Ust. Huda.

Tak lama berselang, Bp. H. Dja’far Dirham sebagai pendiri sekolah, yang hadir saat itu, Didaulat untuk memberikan inspirasi tentang sejarah berdirinya Sekolah yang berada di tengah perkampungan padat penduduk. Beliau menceritakan bahwa dulu masih hanya SD. Muhammadiyah 20 dengan SPP murah malah orang-orang tidak tertarik, sekolah hanya punya beberapa murid, guru pada keluar dan akhirnya berkat upaya keras dari Pak Dja’far dan Pak Hariyadi yang menggandeng Bapak Ir. Soedirjo yang kala itu sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari Fraksi PAN, memberikan arah jalur kemudahan memperoleh bantuan dari pemerintah, dan tak lama kemudian bangunan 3 lantai dan beberapa lokal kelas sudah berdiri kokoh dengan bagus. Selanjutnya Pak Dja’far Cs sowan ke Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 16 Barata Jaya dan meminta Tim Inovasi Sekolahnya yang terdiri dari Madi, Heru dan A. Zaini. Untuk mau membantu mendesain sekolah kreatif di SD. Muhammadiyah 20. dan akhirnya dengan hanya tambahan label Sekolah Kreatif dengan logo Balon & Pena, orang tua murid malah banyak yang berminat masuk. Padahal dengan biaya yang “cukup mahal”, mereka malah mau.

Setelah pak Dja’far memberikan motivasi dan inspirasi kepada audien, Ust. Hanif selaku kepala sekolah tidak kalah semangatnya. Dalam sambutannya beliau menceritakan hal-hal yang telah berjalan di sekolah, yang selama ini dikenal sebagai sekolah yang tidak pilih-pilih murid, dalam kondisi apapun anak itu, apabila daftar lebih dulu dan anak senang dengan Sekolah Kreatif. Maka merekalah yang diterima, dengan perbandingan satu kelas 25 anak, dan 5 anak dari golongan kaum dhu’afa. Menjadikan sekolah ini menjadi sekolah yang peduli, profesional dan bermutu.

Acara berlangsung tenang dan di ruang pertemuan tidak terganggu oleh anak-anak yang turut saat itu. Karena disisi ruang yang lain tampak kegembiraan dan keceriaan mereka bermain orang-orangan, ular tangga, menggambar dan membaca di bantu petugas pemandu dari ustad dan ustadah.

Semakin siang semakin ramai, dan kala itu bergantian Ust. Heru dan Ust. Zaini mempresentasikan tentang sekolah kreatif, sekolah yang tidak membebani anak dengan beban pikiran, bawaan bekal atau buku serta beban-beban lain, saat mereka berangkat sekolah. Anak akan dioptimalkan mengekspresikan diri mulai kelas 1-3 dan selanjutnya mulai diarahkan di kelas 4-6. dengan metode enjoyfull learning anak-anak dikondisikan belajar dengan senang dan nyaman, dengan konsep Edutainment. Dan sebelum Ust. Madi melanjutkan presentasi tambahannya, ada cerita unik dari alumni sekolah kreatif yang diterima di sekolah negeri berstandart Internasional. Yaitu Azzam Syahrul A’la yang bercerita bahwa setelah lulus dari kreatif, dia tidak canggung dengan kegiatan atau kesibukan formal, seperti bergaul, presentasi, tugas kelompok, bertanggung jawab diri pada kelompok/kelas dan lain-lain.

Pak madi dalam sambutan terakhir langsung mengajak audiens untuk berinteraktif tanya jawab seputar sekolah. Diantara pengunjung ada yang masih ragu dengan mendaftarkan anaknya di 3 tempat. Maka diingatkan pak Madi agar masuk kreatif jangan tanggung-tanggung. Ditambahkan Madi bahwa sekolah kreatif adalah sekolah keren karena muridnya tidak ada yang tidak naik. Walau anak belum berhasil maka kurikulumnya yang diturunkan dibandingkan dengan dampak anak tinggal keras yang tidak menyelesaikan masalah, anak itu masih tidak bisa. Iya kalau pasti pintar dikelas yang sama.

Acara ditutup dengan lagu dari Nidji, Laskar Pelangi dinyanyikan live oleh Kreatif Band 20. Spontan selesainya lagu, audien request satu lagu lagi. Maka ditutuplah dengan antusias oleh Erwin Cs membawakan lagu Semangat Baru, yang dipopulerkan oleh Ello, Ipang dkk. (Achung)

Kamis, 14 Januari 2010

OUTDOOR MANASIK HAJI KELAS 6

Sutorejo – Program Manasik Haji oleh siswa-siswi kelas 6 Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jl. Sutorejo Surabaya, berjalan khidmat. Kegiatan Outdoor kali ini diikuti oleh sekitar 42 siswa dan didampingi oleh 4 orang guru, bekerjasama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) PDM Surabaya pimpinan Ust. H. Muhammad Syafii.

Saat itu, siswa kelas 6 Amin Rais dan Juanda meluncur mengendarai 2 angkot carteran menuju ke Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah, rombongan yang dipimpin langsung oleh Ust. Ain selaku Guru Bidang Al Islam dan didampingi oleh 3 guru lainnya, yaitu Ust. Rudi, Ustadah Elok dan Ustadzah Shovi hendak melakukan simulasi Kaifiyah Manasik Haji Tamattu’.

Setiba di kantor PDM Surabaya, para peserta manasik berkumpul untuk diberi pengarahan tentang berbagai hal, mulai dari sistem pendaftaran haji, persiapan yang akan dihadapi sebelum melakukan ibadah haji, hingga teknis pelaksanaan dan kondisi di lapangan (Mekkah). Selanjutnya Ust. Ain mengarahkan mereka dalam suatu ruang dan kemudian Pembimbing Haji, Ust. Syafi’i menjelaskan tentang Miqot, yaitu saat mulainya mengenakan baju Ikhrom yang bisa dilakukan di Pesawat atau Bandara. Biasanya dilakukan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah/Dzul Hulaifah/Bir Ali. Hal ini pun tergantung dari gelombang pemberangkatan. Biasanya gelombang kedua langsung masuk kota mekkah dan harus pakai baju Ihram.

Setelah mendapat pengarahan seluruh siswa kelas enam asuhan ustadah Elok dan Shovi diminta berganti baju, seloroh dan komentarpun berkumandang, ya, risihlah, malu dan sumuk. Malah ada yang gak bisa mengenakan, baju ihromnya melorot terus, hal ini dialami oleh Dadang. Kemudian anak-anak duduk sebentar diberi pengarahan bahwa sebelum memakai baju Ihrom di sunnahkan untuk mandi seperti mandi junub, memakai minyak wangi-wangian, dan bersisir biar rapi ketika menghadap Allah.

Setelah siap melakukan pembelajaran haji, peserta diingatkan kembali bahwa memakai baju ihram yang pertama ini adalah untuk umroh terlebih dahulu sebelum berhaji, para peserta pun serempak mengucapkan niat ihram untuk umrah ”labbaika umratan”.

Sambil terus membaca Talbiyah para peserta berjalan menuju asrama, guna menaruh perbekalan dan berjalan menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf, sholat dua rakaat di Maqam Ibrahim, minum air zam-zam, Sa’i dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan diakhiri dengan tahalul. Dengan demikian maka rangkaian umrah telah selesai dan para peserta pun bebas untuk melakukan aktifitas lain sambil menunggu pelaksanaan Haji yaitu tanggal 08 Dzulhijjah.

Tibalah saatnya memulai ibadah haji...

Para peserta diminta memakai kembali baju ihramnya seraya mengucap ”Labbaika Hajjan” setelah itu semua menuju ke Mina untuk bermalam.

Esok harinya (tgl 09 Dzulhijjah) peserta menuju Namirah dan siangnya menuju Arafah untuk melaksanakan Wuquf. Di sini ustadz Syafii menjelaskan bahwa para jamaah haji harus benar-benar waspada dan hati-hati, sebab transportasi yg disiapkan sangat minim dan jedah tunggunya hanya beberapa menit. Di sini sering ada jamaah haji yg hilang/pisah dari rombongan karena telat masuk bis.

Setelah matahari hampir tenggelam para jamaah bergegas menuju Muzdalifah untuk bermalam. Anak-anakpun kaget ketika ustadz syafii menjelaskan bahwa di Muzdalifah seluruh jamah haji bermalam di tempat terbuka tanpa tap pelindung. ”yang perempuan mendingan ustadz bajunya lengkap, lha yang laki-laki ini kasihan Cuma pakai kain thok”. Celetuk Dimas. Dengan senyum ustadz Syafii menjelaskan ”begitulah pelajaran dari ibadah haji, kita diingatkan bahwa kita itu tidak ada apa-apanya dihadapan Allah.”  ”kaya ataupun miskin di hadapan Allah semua sama, hanya kain putih inilah yang nanti kita bawa untuk menghadap Allah” tambah ustad Syafii.

”melas ya haji itu, capek lagi” celetuk anak yang lain. ”ya sudah, kalau begitu saya doakan kamu tidak bisa haji” jawab ustadz syafii agak bergurau.”ya... jangan ustadz, kami pingin haji nanti, biar capek tapi kan asyik ustadz” jawab anak-anak kompak.


Setelah bermalam esok harinya peserta haji melaksanakan Jumrah Aqabah. Di sini pihak KBIH telah menyiapkan banyak potongan selang kecil untuk melempar agar lebih aman. Mengingat peristiwa nabi Ismail melempar syetan sebanyak tujuh kali, anak-anak pun sangat bersemangat melempar jumrah hingga sasarannya bukan hanya tiang jumrah tapi juga teman-temanya sendiri. Setelah jumrah kemudian dilanjutkan dengan menyembelih kambing sebagai dam (denda) haji tamatu’  dan diakhiri dengan tahalul awal.

Setelah tahalul para peserta bebas memilih untuk thawaf ifadhah dulu atau lempar jumrah. Anak-anak memilih untuk thawaf dulu dan dilanjutkan dengan sa’i dan tahalul. Kemudian menuju Mina lagi untuk bermalam, esoknya melaksanakan jumrah Ula, Jumrah Wustha dan jumrah Aqabah. 

Rangkaian ibadah haji telah selesai dan sebelum pulang para peserta diajak untuk melaksanakan thawaf Wada’ sebagai tanda perpisahan dengan Ka’bah, pada thawaf kali ini, peserta tidak memakai baju ihram lagi. (M.Ain)

Sabtu, 02 Januari 2010

PAWAI TA'ARUF KKG-PAI

Koblen Kidul - Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 Surabaya, turut serta dalam acara Pawai Ta’aruf memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1431 Hijriyah, yang diselenggarakan oleh KKG-PAI (Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam) dibawah naungan Unit Pelayanan Teknis Dinas Pendidikan Nasional daerah Surabaya, yang diadakan pada hari Sabtu, 2 Januari 2010  di halaman Kantor UPTD-BPS. 

Pawai Ta’aruf yang dilombakan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-kecamatan Bubutan, termasuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Dasar Swasta (SDS). Tercatat sejumlah 35 perwakilan sekolah yang hari ini mengikuti acara pawai ta’aruf, diantaranya 13 kelompok peserta dari SDN dan 22 kelompok peserta dari SDS. Jumlah peserta dalam tiap kelompok terdiri dari 20 anak, menggunakan kostum yang seragam dan unik di tiap kelompoknya, seperti tampilan oleh kelompok dengan nomer urut 014, siswa-siswi kelas 5 Alfa Edison dan Carolous Linneaus, perwakilan dari Sekolah Kreatif SDS. Muhammadiyah 20 yang berkostum ala rombongan kloter jamaah Haji dengan setelan putih putih dimaknai sebagai simbol Kesucian dan Kebersihan  diilustrasikan pula dalam demonstrasi tulisan  serta gambar Satukan Hati Bersihkan Negeri dari Syetan2 Berdasi dan Di Tahun Baru ini Basmi Korupsi dari Bumi Pertiwi, di barisan depan ada Warok Singomenggolo yang memimpin rombongan. Dari kelompok lain ada yang memakai kostum seperti Wali Songo dan pengikutnya, ada yang tampil bagai pasukan kerajaan, ada lagi yang tampil seperti rombongan penari memakai baju adat, dan masih banyak lagi.

Dalam susunan acara yang dibacakan oleh MC Bapak Drs. Artantib, menyebutkan tidak hanya ada Pawai Ta’aruf saja, melainkan akan ada acara pentas puisi, hadrah, samroh, pidato 3 bahasa dan pencak silat Saolin, yang akan dibawakan oleh siswa-siswi perwakilan diantaranya dari SDS. Uswatun Hasanah, SDS. Dupak Masigit (DUMAS), SDS. Halimah dan SDS Thohir Bahri, serta SDN Jepara I dan SDN. Alun-Alun Contong. Menurut keterangan Drs. Sapudji, selaku Ketua Panitia Acara Pawai Ta’aruf II pada tahun ini, dalam sambutannya yang pertama menyampaikan harapan dan tujuan dari acara ini agar anak-anak sejak dini harus tahu tentang Tahun baru Hijriyah dan mengenal bulan-bulan dalam kalender tahun hijriyah. Sedangkan sambutan yang kedua oleh Bapak Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah – Badan Pengelola Sekolah (UPTD-BPS), Drs. Hafidz Muhtar, M.Si. mengatakan agar kebersamaan antar sekolah tetap terjalin erat dan rukun dengan bersama-sama bersaing sehat untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan dan sekolah serta sumber daya manusia yang sudah ada. Dalam kesempatan sambutan ini pula, Pak Hafidz, panggilan akrabnya, membuka dan melepas 35 kontingen peserta pawai ta’aruf yang sudah diatur susunan barisannya sesuai nomor urut. Turut pula menyaksikan tamu undangan dari jajaran pengurus kantor Kecamatan dan Koramil Surabaya.

Pada kesempatan lain, Bapak Supriyanto, S.Th.I, selaku Ketua II Panitia Pawai Ta’aruf, menjelaskan bahwa yang terpenting dari lomba pawai hari ini adalah, seluruh peserta akan dinilai berdasarkan penampilannya yang unik, kreatif dan kompak sesuai tema, yaitu Dengan Peringatan Tahun Baru Hijriyah, Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa dan Ukhuwah Islamiyah Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Lembaga SD/MI Dilingkungan UPTD-BPS Kecamatan Bubutan. Ditambahkan Supri; Dalam penjurian dilapangan akan dinilai langsung oleh Bapak Ketua UPTD-BPS, Drs. Hafidz Muhtar, M.Si. dan Bapak Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Bubutan, Bp. Agus Supriyadi, M.Ag.
Selanjutnya, Supri panggilan akrabnya, yang sekaligus seorang Guru (ustad) Al Islam di Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20, menerangkan rute yang akan ditempuh oleh seluruh peserta dimulai (Start) dari : Halaman Kantor UPTD Dinas Pendidikan Nasional kota Surabaya di Jl. Koblen Kidul No.6 melewati Jalan Bubutan – Pringadi - Semarang – Kranggan – Bubutan – dan (Finish) Kantor UPTD.

Tampak disini guru Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 mendampingi rombongan murid-muridnya dengan sabar dan telaten menyusuri Jalan Semarang dan Jalan Bubutan, didepan barisan tampak Ustadah Linda, Ustadah Arum, Ustadah Nita dan Ustadah Laili, sedangkan Ustad Iir dan Falih dengan mengendarai sepeda motor membawa air mineral untuk antisipasi apabila ada siswa yang haus atau tidak kuat lagi berjalan kaki. Ustad Huda turut mengabadikan anak-anak yang bersemangat, berjoget ala warok oleh Nasrul, menyanggah gambar-gambar dan pesan-pesan anti korupsi, yang dibawa oleh Haqqi, Aryo, Zia, Sabai, Mimi dan Vena, letih menahan kayu panji-panji Sekolah Kreatif oleh Affa, Hisyam dan Filki, serta Assa dan Fia yang sesekali menari sambil membaca puisi.
Kurang lebih satu jam perjalanan, acara yang tadinya dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembukaan oleh panitia acara, serta sambutan-sambutan. Sekitar 07.15 WIB diberangkatkan dan para peserta mulai tiba kembali (FINISH) sekitar pukul 08.15 WIB, rombongan kreatif 20 tiba langsung dikoordinasi ustad dan ustadahnya dan mencari tempat teduh untuk minum dan makan nasi kotak yang telah siap untuk dimakan. Tiba-tiba hadir Ustad Hanif ditengah anak-anak saat makan bersama, menyapa dan langsung berkoordinasi dengan semua guru pendamping. Tampak pula Ustad Achung di kantor UPTD Diknas yang sekitar satu jam ngobrol dan mewawancari Ketua Panita Acara Bapak Sapudji dan Ustad Supriyanto, untuk menggali informasi berita sebagai warta di dunia maya dengan situs blog : www.sekolahkreatifmuh20sby.blogspot.com  (Achung)

Kamis, 31 Desember 2009

PENGAJIAN OLEH UST. FADIL TASLIM

Tembok Dukuh – Pembinaan untuk meningkatkan mutu guru melalui pengajian berupa pembinaan Aqidah dan Akhlaq serta pemantapan mentalitas sebagai tentara ALLAH yang ikhlas dan Sabar dalam mencerdaskan anak didik dengan berorientasi hanya mencari ridho-Nya, yang digelar sekali dalam sebulan oleh Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 menoreh catatan emas dalam mewujudkan komitmen sekolah, agar selalu peduli terhadap kualitas seorang guru.

Menjadi catatan akhir tahun 2009 dari perjuangan tim kesebelasan Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 yang gawangi oleh
keeper komisi mutu guru dan siswa, telah berhasil mengundang para Da’i dan narasumber ternama, seperti Ust. N. Faqih Syarif H. (sept) memberikan kontribusi pemahaman tentang Ikhlas, bekerja keras menghasilkan balasan yang langsung atau ditahan oleh Allah dalam Tabung Energi. Ust. Nadjib Hamid (Okt) memberikan kontribusi pemahaman tentang pribadi muslim pengikut Muhammad sejati, yang siap disoroti, dan berani tampil beda dalam memerangi TBC, Takhayul, Bid’ah, dan (C)khurofat. Ust. Muffid (Nov) memberikan kontribusi pemahaman tentang kesungguhan dan keikhlasan dalam bekerja dan beribadah seperti kalimat mutiara : bekerjalah kamu seolah kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seolah kamu mati besok. Dan yang terakhir di penghujung tahun 2009, Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20, menghadirkan Ustad Fadil Taslim, seorang pakar Kristologi, yang ditugaskan untuk memantapkan keislaman para ustad dan ustadah agar selalu siap dan berani berdialog dengan penganut agama apapun, berkenaan tentang kebenaran Agama Islam.

Kajian yang diselenggarakan sore itu (Kamis, 31 Desember 2009), di moderatori oleh Ust. Ain, bertempat di musholla baru diatas gedung TK dan dihadiri oleh seluruh guru. Dengan sajian snack Roti Bicara (BT) dan Teh botol. Para audiens dengan khidmat mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Ustad Fadil Taslim, yang intinya menekankan bahwa sebagai muslim harus mampu bersiasat dalam dialog dengan non muslim, dalam hal pembuktian kebenaran ayat-ayat kitab Al Qur’an. Ditambah lagi harus mampu memahamkan Islam terhadap teman-teman muallaf yang dulunya memang pintar pada agama asalnya. Dalam ceramahnya ustad yang tinggal di Jl. Karamenjangan mengatakan, Jika dialog soal agama kita harus berpikir dobel, seperti main catur. Jika dia melangkah maju, kitapun melangkah dan berpikir apakah langkah selanjutnya, dan intinya jika masing-masing mau sekak mat harus punya jalan keluar. ujar Fadil.

Beberapa hal lain yang disampaikan oleh ustad Fadil adalah; para misionaris nasrani selalu akan berusaha melunturkan akidah umat Islam dengan berbagai cara, maka diingatkan bagi orang tua yang memiliki anak perempuan yang hendak dipinang oleh kaum nasrani harus hati-hati, karena mereka punya misi 3 D pada gadis-gadis muslim, yaitu Dihamili, Dinikahi dan Dimurtadkan. Hal ini dalam Alkitab di halalkan. Memang ayat-ayat dalam Al Kitab perjanjian lama dan baru memang kadang tidak sinkrun. Dalam menentukan natalpun, menyebutkan 4 versi mengenai tanggal kelahiran Yesus, yaitu tanggal 25 Desember, 7 Januari, 6 April dan 15 September. tambah Fadil. Belum lagi dalam dialog beliau dengan seorang pendeta mengenai siapa yang disembelih dari putra nabi Ibrahim, Di Al Qur’an, memang tidak menyebutkan nama, melainkan anak tunggal dari Ibrahim. Sedangkan Disebagian Al Kitab menyebutkan nama Ishaq, tapi di perjanjian baru ayat lain mengatakan bahwa Abraham memang punya anak dua dan yang terakhir disebutkan bernama Ishaq.

Setelah panjang lebar ustad Fadil menjelaskan tentang pengalaman beliau yang lihai berdialog dengan seorang pendeta yang lihai pula. Maka audien dipersilakan untuk berdialog, maka, Ustadah Elok mengawali dengan usulan agar ada kaderisasi bagi anak-anak dalam kelompok yang dibina, agar mampu membendung serangan kristenisasi sejak dini. Disusul ustad supri yang menanyakan bagaimana mengetahui tanda orang itu sungguh-sungguh masuk Islam, dan Apakah Judas Iskariot itu seorang pahlawan atau penghianat, karena Al Qur’an dan Al Kitab menyebutkan beda. Ustad Fadil menjawab; sulit mengetahui tanda kesungguhan orang berIslam. yang penting kita membina mereka dengan sungguh-sungguh diibaratkan seperti membuang teh dalam botol dan botolnya dituang air putih akan masih terasa tehnya, tapi jika botol dicuci berulang-ulang maka tidak terasa lagi tehnya. Lebih lanjut dijawab tentang siapa itu Judas Iskariot berdasar Injil perjanjian baru dan lamapun bertentangan bahwa disebutkan pertama Judas mengakui sebagai Yesus dan mati disalib, Di Injil Perjanjian baru disebutkan Judas menunjukkan siapa Yesus dan saat itu Yesus pun mengakui dirinya dan langsung ditangkap untuk disalib. Ini yang diyakini oleh kaum nashrani sekarang.

Selanjutnya bergantian ustadah Endang, Yuli dan Ustadah Alfiah menanyakan bagaimana mendo’akan keluarga yang bukan Islam, bagaimana mengingatkan keluarga agar mereka paham bahwa yang mereka lakukan itu salah, dan bagaimana menjelaskan jika ada mualaf yang dulu saat dia susah, jamaah gereja gencar membantunya tapi saat menjadi muslim dia tidak ada yang membantu.

Dijawab langsung oleh ustad Fadil dengan membuka Al Qur’an Surat 40 ayat 50 yang menjelaskan doa yang sia-sia bagi seseorang yang tidak seaqidah, dan dilanjutkan menjawab pertanyaan-pertanyaan lain. Sekitar pukul 17.00 WIB acara pengajian diakhiri doa dan dilanjutkan dengan foto bersama. Mengingat masih ada acara lain yaitu pengambilan gaji bulan Desember 2009.  (Achung)

Senin, 28 Desember 2009

KAMPUNG WISATA SAMPAH MANDIRI

Genteng – Untuk kedua kalinya siswa Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 mengunjungi Kampung Wisata Sampah Mandiri Genteng Candi Rejo RT3 RW8 setelah kelas 2, kini kelas 3 Bumi dan Saturnus belajar mengenal bagaimana cara mengolah dan memilah sampah di kampung percontohan yang menjadi pusat belajar strategis di tengah kota, telah banyak dikunjungi siswa  dari sekolah lain dilingkungan Surabaya.

Siswa-Siswi binaan ustad Hadi-Ustadah Dina serta Ustadah Erlin-Ika, berangkat dari sekolah pukul 08.30 WIB mengendarai angkot menuju lokasi pembelajaran. Tidak lama perjalanan anak-anak sudah tiba, karena memang jarak sekolah dan kampung wisata sampah mandiri tidak begitu jauh. Rombongan siswa kelas 3 Bumi dan Saturnus disambut oleh Ibu-Ibu PKK kelompok tani Candirejo.
Kemudian anak-anak diajak berkumpul di Aula Kampung yang bernuansa biru ada gambar Nyai Roro Kidul di tembok dan beragam piagam penghargaan dari berbagai instansi dan media cetak ataupun dari pemerintah kota Surabaya, dan selanjutnya, salah seorang pengurus PKK RT membuka pertemuan dengan sambutan dan mempersilakan perwakilan sekolah, yakni Ustad Hadi memberikan salam perkenalan serta menjelaskan tujuan program outdoor siswa hari ini. Diteruskan oleh sambutan dan perkenalan Pak Sahri sebagai Ketua RT setempat sekaligus penggagas program pengolahan sampah serta memberikan pengantar dan penjelasan tentang program sampah di kampung ini dengan interaktif, diawali dengan meminta anak-anak maju untuk memberikan pendapatnya tentang sampah, setelah itu beliau menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana memujudkan program pengolahan sampah ini secara bersama-sama maka dibentuk kelompok-kelompok tani perkotaan yang diketuai oleh bu Wiwik dan bertugas membuat; Pupuk Kompos, Pupuk Cair, Pengembangan Tanaman, Pengolahan Produksi dan Pemasaran (Dibentuk Koperasi). Program tersebut mulai dicanangkan di kampung mereka sejak 31 Desember 2007 dan sudah dapat mengolah sampah hingga 75%. Dan target yang diinginkan adalah sampah yang terbuang hanya 10%.
Selain daripada itu, ternyata di kampung wisata sampah mandiri ini juga mencanangkan pelestarian air sebagai usaha untuk mengatasi global warming. Maka dibuatlah resapan air berupa sumur biopori dan pendayagunaan air bekas bilasan akhir yang digunakan untuk menyiram tanaman dan mencuci sepeda motor. Serta pelestarian air dengan menanam tanaman lindung Holtikultura dan Trembesi (Penyerap CO2) dan yang lebih penting lagi menjaga kebersihan selokan.

Setelah beberapa saat kemudian anak-anak dipandu oleh Ibu wiwik dan ibu-ibu PKK lainnya keluar ruangan dengan sebelumnya rombongan dibagi mengikuti beberapa ibu diantaranya yang sudah dikenalkan ada, Ibu Sa’adah, Ibu Nur, Bu Elly, dan Ibu Dewi.Dalam kegiatan diluar ini ibu-ibu membimbing dan mengenalkan anak-anak beragam jenis bunga dan tanaman obat, serta ditunjukkan model pemilahan sampah berdasarkan bak-bak yang sudah disediakan. Sambil mencatat manfaat dan tujuan dari hal-hal yang dijelaskan oleh ibu-ibu PKK tersebut, anak-anak juga mengobservasi jenis-jenis tanaman dan manfaatnya, ini dilakukan oleh Angga yang mengamati tanaman Melati dengan nama latinnya Jasmimum Sumbae yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit disentri dan penawar racun lebah. Anak-anak tampak antusias mengikuti program ini karena mereka bisa bertanya langsung pada ahlinya.

Beberapa hal yang dijelaskan oleh ibu-ibu PKK dan dicatat oleh anak-anak adalah tentang Program pemilahan sampah yang dibagi menjadi sampah kering dan sampah basah. Artinya sampah kering dibagi menjadi 2 yaitu sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak bisa. Sedangkan sampah basah langsung diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Lebih lanjut ibu-ibu PKK menjelaskan bahwa sampah kering dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai kerajinan tangan dan juga mendatangkan profit bagi warga. Sedangkan pengolahan sampah basah yang berasal dari sisa makanan dan produk tumbuhan agar bisa jadi pupuk, caranya dimasukkan dulu dalam Komposter selama 6 bulan maka jadilah pupuk kompos. Untuk pupuk cair dari produk tumbuhan saja, bisa menghasilkan cairan yang di- gunakan untuk menyemprot tanaman.

Setelah beraktifitas keliling kampung, anak-anak dikumpulkan kembali di aula untuk menyaksikan demo pemanfaatan barang-barang bekas seperti sisa gelas dan botol air mineral yang diolah menjadi beragam hiasan rumah seperti lampu dan baling-baling. Anak-anak memperhatikan dengan teliti proses pembuat dan penjelasan dari bu Wiwik dan bu Sa’adah. Setelah itu anak-anak berpamitan untuk pulang. (A. Dina)